Habbang adalah salah satu kuliner tradisional Kutai yang mulai menarik perhatian para pendatang di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hidangan ini terbuat dari singkong yang diparut, kemudian dicampur dengan kelapa parut, sedikit garam, dan gula aren untuk menghasilkan cita rasa gurih-manis yang khas. Dahulu, Habbang sering disajikan sebagai makanan pengganti nasi atau camilan tradisional masyarakat pesisir. Namun, sejak aktivitas pembangunan IKN meningkat, kuliner ini kembali naik daun karena dianggap sebagai makanan lokal yang mengenyangkan namun tetap sederhana.
Keunikan Habbang terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan teknik tradisional, termasuk pengukusan dengan daun pisang yang memberikan aroma wangi alami. Kini, Habbang mulai dijual di kedai-kedai lokal sekitar Sepaku, Samboja, dan Penajam sebagai pilihan makanan ringan bagi pekerja, ASN, hingga wisatawan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa IKN bukan hanya membangun pusat pemerintahan modern, tetapi juga mengangkat kembali kuliner-kuliner lokal yang memiliki nilai budaya tinggi.
